terkini

FKM UNSRI Gelar FESBOK 2.0, Kampanyekan Gaya Hidup Sehat Tanpa Rokok

Sunday, April 26, 2026, Sunday, April 26, 2026 WIB Last Updated 2026-05-19T12:23:48Z

Foto bersama kegiatan kegiatan FESBOK 2.0 di Taman Kambang Iwak Besak pada Minggu, 26 April 2026. (Foto: IST)




PUYANG - Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya melalui mahasiswa peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku akan menyelenggarakan kegiatan FESBOK 2.0 (Festival Sehat Bebas Rokok) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat tanpa asap rokok.


Kegiatan ini akan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026 di Taman Kambang Iwak Besak mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.


Mengusung tema “Stop Asapnya, Gas Sehatnya!”, kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada edukasi bahaya rokok serta pencegahan penyakit akibat paparan asap rokok. 


Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3: Good Health and Well-being melalui upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.


Secara lebih luas, FESBOK 2.0 turut mendukung SDG 11: Sustainable Cities and Communities melalui advokasi kawasan bebas asap rokok di ruang publik, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi lintas sektor.


Wakil Dekan I FKM UNSRI, Prof. Dr. Rostika Flora, S.Kep., M.Kes. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan bebas asap rokok.


“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menyelenggarakan FESBOK 2.0. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga bentuk nyata kontribusi akademisi dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju hidup sehat,” ujarnya.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan FKM UNSRI, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, serta Pemerintah Kota Palembang. 


Dalam kesempatan tersebut juga akan disampaikan pernyataan sikap terkait “Tempat Wisata Bebas Asap Rokok” sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan publik yang lebih sehat.


Kegiatan utama FESBOK 2.0 meliputi talkshow edukatif yang menghadirkan narasumber kompeten untuk membahas dampak buruk rokok serta pentingnya menjaga kesehatan paru-paru. Talkshow dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab agar peserta lebih memahami serta termotivasi menerapkan gaya hidup sehat.


Selain itu, terdapat pula lomba edukatif “Ranking 1” bagi pelajar sebagai upaya meningkatkan pengetahuan remaja mengenai bahaya rokok melalui pendekatan yang menarik dan menyenangkan.


Prof. Rostika Flora menambahkan bahwa pendekatan festival menjadi strategi efektif dalam menjangkau masyarakat luas.


“Dengan konsep yang edukatif dan interaktif, kami berharap pesan kesehatan dapat diterima dengan lebih baik oleh masyarakat, khususnya generasi muda sebagai agen perubahan di masa depan,” tambahnya.


Tak hanya talkshow, kegiatan ini juga menghadirkan pameran poster kesehatan yang menyajikan informasi mengenai bahaya rokok, serta layanan cek kesehatan gratis menggunakan alat smokelyzer untuk mengukur kadar karbon monoksida dalam tubuh. 


Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara paralel sehingga memberikan pengalaman edukatif yang komprehensif bagi pengunjung.


Dalam pelaksanaannya, FESBOK 2.0 melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk kolaborasi multipihak. Kegiatan ini didukung oleh Pemerintah Kota Palembang, Dinas Pendidikan Kota Palembang, Dinas Kesehatan Kota Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Pariwisata Kota Palembang, serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Palembang.


Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan sponsor dari pelaku UMKM serta organisasi non-pemerintah Komisi Nasional Pengendalian Tembakau. Dalam layanan kesehatan, turut berpartisipasi RSIA Azzahra dan RSIA Permata yang berkontribusi dalam penyelenggaraan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.


Melalui FESBOK 2.0, diharapkan kegiatan ini menjadi sarana kampanye kesehatan yang efektif dalam menekan angka perokok, khususnya di kalangan usia produktif, serta mendorong terciptanya lingkungan publik yang lebih sehat dan bebas asap rokok. 


Dukungan lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mewujudkan perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih sehat dan berkelanjutan.*


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • FKM UNSRI Gelar FESBOK 2.0, Kampanyekan Gaya Hidup Sehat Tanpa Rokok

Terkini

Topik Populer