
Ami Zahrani dan Azka Fitri Ramadhani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UNSRI, meraih Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) 2026. (Foto: IST)
PUYANG - Inovasi di bidang pendidikan kembali mengantarkan mahasiswa Universitas Sriwijaya (UNSRI) menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNSRI, Ami Zahrani (angkatan 2024) dan Azka Fitri Ramadhani (angkatan 2025), berhasil meraih Juara 2 pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) yang diselenggarakan Politeknik Negeri Jember pada 12 Juni hingga 18 Juli 2026.
Prestasi tersebut diraih melalui karya ilmiah berjudul “ECO-QUEST AI: Rancangan Platform Gamifikasi Adaptif Berbasis Kecerdasan Buatan untuk Peningkatan Literasi Energi Berkelanjutan sebagai Akselerasi SDGs Menuju Indonesia Emas 2045.”
Karya tersebut menawarkan solusi pembelajaran sains dengan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pendekatan pembelajaran berbasis tantangan guna meningkatkan literasi energi berkelanjutan bagi peserta didik.
Keberhasilan Ami dan Azka tidak diraih secara instan. Berawal dari keterlibatan sebagai delegasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) U-READ, keduanya mengembangkan gagasan, menyusun karya ilmiah, hingga berhasil melaju ke babak final nasional di bawah bimbingan Evelina Astra Patriot, M.Pd.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Dekan FKIP UNSRI, Dr. Hartono, M.A. Menurutnya, prestasi yang diraih kedua mahasiswa tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa FKIP UNSRI mampu bersaing di tingkat nasional melalui karya ilmiah yang inovatif sekaligus memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan fakultas.
“Saya mengapresiasi dan bangga atas keberhasilan Ami Zahrani dan Azka Fitri Ramadhani meraih Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa FKIP UNSRI mampu bersaing di tingkat nasional melalui karya ilmiah yang inovatif dan berdampak,” ujarnya.
Rasa syukur turut disampaikan oleh Ami Zahrani. Ia mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan proses yang dijalani tim selama kurang lebih satu setengah bulan.
“Kami sangat bahagia dan terharu. Melihat kualitas para finalis lain, kemenangan ini menjadi bukti bahwa perjuangan dan kerja keras kami selama sekitar satu setengah bulan membuahkan hasil,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ami menjelaskan bahwa ECO-QUEST AI dirancang tidak hanya sebagai media pembelajaran, tetapi juga sebagai inovasi yang mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan energi secara berkelanjutan.
Platform tersebut menghadirkan pembelajaran yang lebih personal, kontekstual, dan interaktif, sekaligus membantu guru memantau perkembangan peserta didik melalui sistem berbasis kecerdasan buatan.
Menurutnya, kebiasaan hemat energi yang ditanamkan kepada peserta didik diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari hingga memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Inovasi tersebut juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, serta SDG 13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim.
Ia menambahkan, dukungan dari berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan timnya meraih prestasi di tingkat nasional.
“Kami sangat bersyukur karena mendapat dukungan penuh dari universitas, fakultas, serta keluarga. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus berjuang hingga meraih prestasi di tingkat nasional,” tambahnya.
Keberhasilan Ami Zahrani dan Azka Fitri Ramadhani menunjukkan kemampuan mahasiswa Universitas Sriwijaya dalam menghasilkan inovasi yang mampu bersaing di tingkat nasional. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, memperkuat budaya riset, serta menghadirkan solusi ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat. (*)