![]() |
UNSRI kembali memperkuat peran dalam menyiapkan lulusan siap bersaing di pasar kerja melalui penyelenggaraan UCCE 2026. (Foto: IST) |
PUYANG – Universitas Sriwijaya (UNSRI) kembali memperkuat perannya dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja melalui penyelenggaraan UNSRI Carnaval Career Expo (UCCE) 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 9–10 Juni 2026, di Graha Universitas Sriwijaya Kampus Palembang ini menjadi wadah bertemunya mahasiswa, alumni, perusahaan, dan praktisi industri dalam satu ekosistem pengembangan karier.
Mengusung konsep yang memadukan seminar, pameran karier, rekrutmen, hingga pelatihan keterampilan kerja, UCCE 2026 diikuti lebih dari 500 peserta dari berbagai fakultas.
Program yang diinisiasi Direktorat Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni melalui Subdirektorat Alumni tersebut dirancang untuk membantu generasi muda memahami perubahan kebutuhan dunia kerja yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni UNSRI, Prof. Dr. Eng. Ir. Joni Arliansyah, M.T.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak dapat bekerja sendiri dalam menyiapkan lulusan yang kompetitif sehingga kolaborasi dengan dunia usaha, industri, pemerintah, dan alumni menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan.
Menurutnya, hubungan yang erat antara kampus dan dunia kerja akan membantu memastikan kompetensi yang dimiliki lulusan tetap selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Ratusan Peserta Antusias Ikuti Seminar dan Career Expo.
Hari pertama UCCE 2026 diisi seminar bertema Strategic Talent Engagement & Campus Hiring yang diikuti sekitar 300 peserta.
Berbagai materi membahas tren ketenagakerjaan, peluang karier global, strategi membangun jejaring profesional, hingga perubahan proses rekrutmen di era digital.
Sejumlah alumni sukses Universitas Sriwijaya berbagi pengalaman karier, di antaranya Mukhlisin Aziz yang berkarier sebagai Shipping Consultant serta Pujiati, Vice President Research PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.
Peserta juga memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia kerja serta kompetensi yang diprediksi semakin dibutuhkan perusahaan pada masa mendatang.
Tak hanya seminar, area Career Expo menjadi salah satu lokasi yang paling ramai dikunjungi. Sejak pagi, mahasiswa dan alumni memadati stan perusahaan untuk memperoleh informasi lowongan kerja, menyerahkan curriculum vitae (CV), hingga berdiskusi langsung dengan perekrut.
Berbagai perusahaan nasional turut membuka peluang rekrutmen, di antaranya Pertamina PDC, ParagonCorp, PKSS, Indosat Ooredoo Hutchison, Mutual+, Kinobi, PT CNG Hilir Raya, serta sejumlah mitra industri lainnya.
Selain menerima lamaran kerja, perusahaan juga menggelar sesi wawancara, campus hiring, dan networking bersama peserta.
Jika hari pertama memperkenalkan dinamika dunia kerja, maka hari kedua difokuskan pada peningkatan keterampilan yang dibutuhkan dalam proses seleksi kerja modern.
Sekitar 200 peserta mengikuti berbagai workshop bertema Career Skill, Interview Session and Networking Day, mulai dari teknik menghadapi wawancara, pengembangan personal branding, hingga strategi membangun profil profesional di platform digital.
Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah pelatihan optimalisasi profil LinkedIn yang menghadirkan narasumber dari LinkedIn Singapore.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak memperbarui profil profesional mereka agar lebih mudah ditemukan oleh perusahaan dan perekrut.
"Saya baru memahami bahwa LinkedIn bukan sekadar media sosial profesional, tetapi juga menjadi sarana membangun personal branding sekaligus membuka peluang karier.
Materi yang diberikan sangat membantu saya mempersiapkan diri memasuki dunia kerja," ujar Nabila Putri, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ekonomi UNSRI.
Workshop penyusunan CV ATS Friendly bersama Kinobi juga mendapat respons positif. Peserta diperkenalkan pada sistem Applicant Tracking System (ATS) yang kini digunakan banyak perusahaan dalam proses penyaringan awal pelamar kerja.
Banyak peserta mengaku baru mengetahui bahwa desain CV yang menarik belum tentu mudah dibaca oleh sistem digital sehingga mereka langsung memperbaiki dokumen lamaran berdasarkan masukan narasumber.
"Saya baru sadar bahwa format CV ternyata sangat berpengaruh terhadap proses seleksi. Setelah mengikuti workshop ini, saya langsung memperbaiki CV agar lebih sesuai dengan standar ATS," kata Muhammad Alif Ramadhan, alumni Fakultas Teknik UNSRI.
Selain pelatihan, UCCE 2026 juga menghadirkan layanan Career Clinic, Career Counseling, dan CV Review yang dimanfaatkan lebih dari 80 alumni.
Dalam layanan tersebut, peserta memperoleh pendampingan langsung dari psikolog, konselor karier, serta praktisi industri mengenai strategi pengembangan kompetensi, penyusunan rencana karier, hingga kesiapan menghadapi proses rekrutmen.
Kepala Subdirektorat Alumni UNSRI, Prof. Ir. Deris Stiawan, Ph.D., IPU., ASEAN Eng., mengatakan perubahan sistem rekrutmen yang semakin mengandalkan teknologi membuat lulusan tidak cukup hanya mengandalkan prestasi akademik.
Menurutnya, pemanfaatan kecerdasan buatan, digitalisasi, dan sistem seleksi otomatis telah mengubah cara perusahaan mencari kandidat terbaik. Karena itu, mahasiswa dan alumni perlu memahami bagaimana membangun profil profesional, menyusun CV yang sesuai standar industri, serta terus meningkatkan kompetensi yang relevan.
Ia menyebut tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa kebutuhan terhadap program pengembangan karier semakin besar.
"Dengan lebih dari 500 peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan dan puluhan alumni memanfaatkan layanan konsultasi karier, UCCE 2026 menunjukkan bahwa generasi muda semakin sadar pentingnya mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja. Kemampuan belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kompetensi akan menjadi modal utama untuk memenangkan persaingan di masa depan," jelasnya.
Melalui penyelenggaraan UCCE 2026, Universitas Sriwijaya menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi transformasi dunia kerja, membangun jejaring profesional, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan industri berbasis teknologi.*
