![]() |
Rotaract Club of Palembang gelar program sosial Rotaract Genius 2026, fokus perluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga ojek online. (Foto: Dok) |
PUYANG - Program sosial Rotaract Genius 2026 kembali digelar oleh Rotaract Club of Palembang dengan fokus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga ojek online serta masyarakat sekitar Masjid Ar-Rahman (Markas Qur’an).
Kegiatan ini tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga pengembangan soft skill sebagai bekal masa depan generasi muda.
Ketua Pelaksana Rotaract Genius 2026, Dina (24) menjelaskan bahwa konsep program tahun ini mengusung pembelajaran berbasis pengalaman yang menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan anak-anak.
“Jika sebelumnya lebih fokus pada membaca, sekarang kami juga menekankan pengembangan soft skill agar anak-anak lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Program Rotaract Genius dirancang menggunakan pendekatan delapan dimensi pembelajaran, yaitu kemandirian, kewargaan, kreativitas, berpikir kritis, kesehatan, ketuhanan, kolaborasi, serta komunikasi.
Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk karakter anak secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi akademik.
Selain itu, metode pembelajaran dikemas secara interaktif dengan unsur permainan agar materi lebih mudah dipahami dan anak-anak merasa nyaman mengikuti kegiatan.
“Kami ingin anak-anak datang dengan antusias, tanpa paksaan. Belajar dibuat menyenangkan supaya mereka berani berinteraksi dan percaya diri,” kata Dina.
Sebanyak 30 panitia terlibat dalam kegiatan ini, dengan 10 relawan pengajar yang secara langsung mendampingi proses pembelajaran.
Persiapan dilakukan mulai dari penentuan peserta, penyusunan kurikulum, hingga pembagian tugas di setiap divisi kepanitiaan.
Presiden Rotaract Club of Palembang, Figo Oktavian (22) menyebut bahwa Rotaract merupakan organisasi di bawah Rotary yang memiliki fokus pada berbagai isu global, seperti pendidikan dasar, kesehatan ibu dan anak, sanitasi, lingkungan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, program Rotaract Genius lahir dari kepedulian terhadap ketimpangan akses pendidikan yang masih terjadi di Palembang.
“Kami melihat pendidikan belum merata. Karena itu kami memilih kegiatan mengajar sebagai bentuk pengabdian yang langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” jelas Figo.
Ia juga menegaskan bahwa peran anak muda sangat penting dalam kegiatan sosial karena perubahan sosial membutuhkan kontribusi generasi muda yang aktif dan peduli.
“Kalau bukan anak muda, siapa lagi? Ke mana pun melangkah, bawa cinta. Kebaikan bisa ditemukan di mana saja,” ujarnya.
Melalui Rotaract Genius, panitia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu periode kepengurusan saja, tetapi terus berkembang dengan inovasi baru setiap tahunnya.
Selain memberikan manfaat bagi peserta, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan solidaritas sosial.
Respon masyarakat terhadap kegiatan Rotaract selama ini dinilai positif dan mendapat dukungan luas. Ke depan, Rotaract menargetkan dapat menjalankan seluruh fokus program globalnya, termasuk pada bidang Water, Sanitation, and Hygiene yang masih menjadi agenda pengembangan berikutnya.
Dengan pendekatan edukasi yang inklusif dan kolaboratif, Rotaract Genius 2026 menjadi contoh nyata kontribusi anak muda Palembang dalam menciptakan pemerataan pendidikan dan membangun generasi yang lebih percaya diri serta berdaya saing. (Daffa Aqilah)
