![]() |
| ULU Kota Palembang. (Foto: Puyang) |
PUYANG – Bahasa Palembang atau yang disebut dengan Baso Pelembang, merupakan sebuah warisan berharga yang mengalir kental dalam darah masyarakatnya. Dengan dialek yang unik dan kosakata yang menarik, bahasa ini menjadi identitas yang membedakan mereka dengan penduduk daerah yang lain.
Dalam penuturannya sehari-hari, Baso Pelembang memiliki dua tingkatan utama yaitu Baso Pelembang Sari-sari (BPS) dan Baso Pelembang Alus (BPA). Keduanya memiliki aturan tersendiri dalam penggunaannya.
Baso Pelembang Sari-sari (BPS) biasanya digunakan dalam situasi yang lebih santai dan informal oleh semua lapisan masyarakat, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa.
Sementara itu, Baso Pelembang Alus (BPA) lebih sering digunakan pada percakapan yang lebih formal, terutama saat berbicara dengan orang yang lebih tua atau dalam lingkungan keluarga sebagai bentuk penghormatan.
Dalam Baso Pelembang, terdapat Kata Jadian atau Kata Asal berimbuhan yang terbagi menjadi empat, yaitu Kata Jadian Berawalan, Kata Jadian Bersisipan, Kata Jadian Berakhiran dan Kata Jadian Berulang.
Berikut beberapa Kata Jadian Berakhiran dalam Baso Pelembang;
2. Kata Jadian Berakhiran

