![]() |
| Ilustrasi. |
Burnout sendiri merupakan kondisi emosional dimana seseorang merasa lelah dan jenuh berlebihan akibat tuntutan yang diberikan, dan dalam hal ini mengacu pada hubungan pertemanan yang disebut Friendship Burnout.
Jika dalam suatu hubungan pertemanan seseorang mulai merasa terbebani saat berkomunikasi, tidak seantusias dulu, mudah sensitif terhadap hal-hal kecl, merasa tidak didengar dan diabaikan, bahkan ada kecenderungan ingin pergi dan menjauh, itu adalah tanda-tanda mengalami Friendship Burnout.
Tak ada yang tahu alasan pastinya. Bagi mereka yang mengalaminya pun pasti kebingungan dan serba salah. Ini bukanlah keadaan yang patut disepelekan.
Dalam beberapa keadaan, Friendship Burnout terkadang dipicu oleh beberapa hal, diantaranya yaitu:
1. Pertemanan yang Tidak Seimbang
Dalam sebuah hubungan yang terjalin seharusnya berlaku hukum timbal balik yang saling menguntungkan, bukan hanya satu pihak yang memberi lalu pihak lain terbiasa menerima. Permasalahan semacam ini terkadang membuat sebelah pihak merasa terbebani dan tidak dihargai.
2. Keadaan Hidup yang Tak Lagi Sama
Hubungan yang awalnya terjalin saat berada di situasi dan keadaan hidup yang sama, terkadang memiliki kemungkinan untuk berantakan ketika keduanya sudah memiliki status yang berbeda.
Keadaan tersebut seringkali membuat pandangan mulai berubah, dan salah satu pihak merasa rendah diri sehingga sulit untuk berkomunikasi dengan baik.
3. Ekspektasi yang Terlalu Tinggi
Memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi seringkali menjadi bumerang untuk diri sendiri. Ketika ekspektasi tersebut tidak terpenuhi, seseorang akan merasa kecewa dan merasa tak bahagia dalam menjalani hubungan pertemanan.
4. Tidak Ada Batasan Pribadi
Meskipun berada dalam suatu hubungan dekat, terkadang masing-masing pihak tetap memerlukan space untuk diri sendiri. Karena terlalu dekat dan oversharing bisa memicu overthingking maupun perasaaan tak enak lainnya.
5. Adanya Masalah Pribadi
Terkadang suatu permasalahan yang muncul bukan berasal dari pihak lain dalam suatu hubungan, melainkan dari permasalahan pribadi seperti pergolakan batin, penyakit iri hati ataupun masalah lainnya yang berimbas ke hubungan tersebut.
Ketika ada suatu permasalahan dalam suatu hubungan baik itu pertemanan ataupun percintaan, pada dasarnya lebih baik untuk segera diselesaikan bersama.
Berikut beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan saat menghadapinya:
1. Evaluasi Diri & Kualitas Pertemanan
Pikirkan baik-baik dimana letak kekurangan dan kesalahan agar bisa diperbaiki dan dijadikan pembelajaran kedepannya.
Dalam sebuah pertemanan, jangan seolah-olah sebelah pihak yang paling tersakiti. Semua orang harus berkaca dan menyadari bagian mana yang terdapat cacat, dan jangan malu untuk mengakui ataupun meminta maaf karenanya.
2. Komunikasikan Perasaan Dengan Baik
Tidak ada orang yang bisa membaca isi hati dan pikiran. Tak ada salahnya untuk mengutarakan apa yang dirasakan selama ini. Apa yang disuka, apa yang tak disuka.
Curahkanlah segalanya agar perasaan menjadi lebih tenang. Karena ketika sudah tahu dimana letak kerusakannya, semakin mudah pula untuk memperbaikinya.
3. Berikan Batasan yang Jelas
Jika sudah mengevaluasi dan mengkomunikasikan perasaan satu sama lain, maka berilah batasan-batasan terhadap hal yang diinginkan.
Jika merasa lebih nyaman untuk tidak bertemu terlalu sering, maka tegaskan bagian tersebut. Jika tetap ingin memiliki ranah pribadi terhadap kehidupan tanpa ada yang ikut campur terlalu jauh, maka berikan batasan untuk hal itu.
4. Menjauh Untuk Sementara Waktu
Terkadang meminta waktu dan jarak bukanlah sesuatu yang buruk dalam pertemanan. Dibanding tetap bersama tetapi menghasilkan hubungan yang tak sehat, lebih baik diskusikan untuk saling memberi jarak beberapa waktu.
5. Putuskan Hubungan Jika Diperlukan
Jika merasa sudah tak ada yang bisa diperbaiki, dan kedua pihak terlalu lelah untuk bertahan di hubungan pertemanan yang sama, tak ada salahnya untuk memutuskan rantai hubungan yang menyesakkan.
Ini bukan berarti ada yang jahat. Mungkin dengan cukup saling mengenal, seseorang bisa lebih menghargai diri sendiri dan menghindari konflik yang berkepanjangan.
6. Benahi Diri dan Pikiran Sebelum Memulai Hubungan Baru
Hubungan pertemanan sebelumnya bisa dijadikan pelajaran saat hendak memulai hubungan baru. Intropeksi diri, mana hal yang sebaiknya diubah dan ditinggalkan untuk pertemanan yang lebih baik lagi.
Komunikasikan batasan-batasan yang jelas di awal agar tidak terjadi kesalahpahaman lagi nantinya. (Nazayla Putri)
